Motivasi Kehidupan

http://ayuningtyasutami.blogspot.com/

LIat yang ini yah :)

bahasa angksa

22.39 |


Hadits Nabi tentang Ulama adalah pewaris nabi sudah cukup mashur di kalangan kaum muslim. Salah satu makna dari hadits tersebut adalah tugas para nabi yang dilanjutkan oleh para ulama. Tentu yang dimaksud adalah pewaris tabligh atau penyampai risalah dakwah.
Sebagai pewaris mulia, para ulama yang saat ini juga identik dengan ustadz atau da'i yang lebih banyak berperan dalam menyampaikan risalah dakwah Islam cukup banyak ditemui di negeri ini yang mayoritas beragama Islam. Bahkan pernah juga "dipentaskan" oleh salah satu TV swasta untuk mencari da'I idola dalam rangka mencari ustadz atau da'I yang mumpuni dalam mendakwahkan risalah Islam meski tidak terlepas dari "rasa" keidolaan seseorang dalam memilih da'I tersebut.
Dan adalah satu hal yang umum jika ustadz atau da'I menyampaikan ceramah (baca: tabligh) di masjid-masjid setelah bertabligh, ustadz tersebut atau da'I tersebut "dibekali" sebuah amplop sebagai tanda "terima kasih" atas tablighnya dan sering dikatakan sebagai amplop biaya perjalanan ustadz dalam menyampaikan ceramah.
Pertanyaan yang ingin saya sampaikan di sini adalah: Jika memang seorang ustadz adalah pewaris nabi dalam hal bertabligh pantaskah ia menerima amplop yang notabene nama lain dari hal yang berbau duniawi? Bagaimana relavansi hadits di atas dengan ayat Al Quran yang begitu banyak tentang penolakan para nabi (tidak hanya Nabi Muhammad saja tentunya) akan "upah, atau jasa atau imbalan" dari menyampaikan risalah dakwah? Baca di surat: Ash Shu'aara ayat 109, 127, 145, 164,180, atau di surat Hud ayat 51 atau di surat Saad ayat 86 atau di surat Al Furqaan ayat 57 dan masih banyak lagi.
Berikut penulis kutipkan salah satunya dari surat Al Furqaan ayat 57:
قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا

Katakanlah : "Aku (Muhammad) tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan nya.
Pembaca yang budiman, pantaskah seorang ustadz atau da'I menerima upah atas hasil dakwahnya di masjid-masjid atau di sebuah forum lainnya? Pantaskah amplop tersebut untuk mereka jika kita merujuk ke hadits nabi di atas?
Penulis tentu menyadari jika pertanyaan tersebut diajukan ke beberapa ustadz yang selama ini "biasa" menerima amplop jawaban yang akan disampaikan olehnhya pastilah berupa "excuse" bahwa hal itu sah-sah saja karena merupakan pengganti uang ongkos perjalanan.
Tetapi bukankah Nabi dan para sahabat tidak pernah meminta imbalan apapun setelah berdakwah?
Ada seseorang ustadz (maaf saya tidak mungkin menyebutkan namanya) yang dalam ceramahnya atau khutbahnya sering bertemakan tentang jihad tetapi setelah berdakwah dan turun dari mimbar ia menerima amplop sebagai "upah" dari dakwahnya. Pertanyaannya adalah bagaimana letak relevansi ceramahnya dengan ayat berikut ini:
وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ
dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu (As Saff 11)
Bukankah berdakwah bagian dari jihad fi sabilillah. Jika berdakwah bagian dari jihad yang mengorbankan HARTA (baca: UANG) mengapa ketika menyampaikan ceramah justru menerima HARTA (baca: UANG)? Dimana letak JIHAD yang dimaksud?
Pembaca yang budiman, ustadz atau da'I bukanlah sebuah profesi yang mana setelah ia mentutaskan pekerjaan menerima imbalan atau upah. Tetapi selama ini yang kita lihat tidaklah demikian.
Penulis memiliki juga seorang teman yang mencantumkan profesinya di KTP sebagai USTADZ. Jika profesinya adalah ustadz maka sah-sah saja baginya menerima amplop hasil dari jerih payah profesinya tersebut tanpa peduli dengan ayat-ayat yang menjelaskan penolakan para Nabi akan upah hasil dari dakwah atau tentang berjihad.
Yang lebih "dahsyat" lagi adalah ada ustadz atau da'I yang mencantumkan "biaya dakwahnya" sekian juta untuk diundang menyampaikan ceramahnya entah karena ia memiliki "kepopuleran" yang pantas dengan biaya tersebut atau karena ia memiliki manajemen yang mengurusi jadwal dakwahnya hingga perlu mencantumkan biaya.
Maka adalah tidak mengherankan jika selama ini ceramah-ceramah agama belum menghasilkan perubahan di umat secara nyata karena boleh jadi selama ini para ustadz banyak yang menerima amplop setelah berdakwah.
Ada seorang ustadz ceramah di masjid di daerah Jati Kramat Bekasi, dalam ceramahnya ia mengatakan tanpa malu-malu ia berkata: "Para jamaah sekalian di akhir ceramah saya ini saya juga dikenal dengan ustadz SIMATUPANG, bukan karena saya orang Batak tetapi SIMATUPANG berarti Siang Malam Siap Tunggu Panggilan." Dan setelah turun dari mimbar ceramah Ramadhan ia menerima amplop hasil dari ceramahnya. Jadi SIMATUPANG yang ia maksud juga berarti Siang Malam Siap Menerima Amplop.
Dan sering juga kita mendengar ada ustadz yang berkata: "Saya kalau ceramah tidak mau menerima amplopnya tetapi isinya".
Demikianlah adanya fenomena ustadz yang ada selama ini. Menyampaikan dakwah adalah bagian dari jihad tetapi jika ini disisipi oleh nilai-nilai duniawi yang selama ini berupa amplop maka kita dapat menyaksikan Indonesia kita selama ini meski kita umat Islam adalah mayoritas. Bagaimana pendapat Anda?....
************************RENUNGAN PAGI*********************
Salam Santun Ukhuwah....
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Read More

WANITA SHOLEHA

22.36 |


Untuk semuanya....
Nafsu mengatakan wanita cantik atas dasar rupanya..
dan akal mengatakan ...wanita cantik atas dasar ilmu dan kepandaiannya..
Tapi hati mengatakan..
Kalau wanita itu cantik atas dasar akhlak dan kepribadiannya..

Akhlak adalah bunga dan hiasan diri wanita..
Tanpa keberadaannya.. hilanglah perhatian manusia kepadanya..
Wanita sholihah adalah suri tauladan, lemah lembut, yang mampu mengurai sejuta masalah....
Di bawah belaian jemari halusnya, lahirlah cahaya
Yang menyinari dunia dengan pancaran keimanan..

Wahai wanita sholihah...
Koreksilah dirimu.. agar kamu senantiasa dapat mengarungi dunia
yang serba palsu..

Dekatkanlah dirimu kepada Ilahi Rabbi..
Senantiasa memohon ampunan kepada-Nya
dan selalu memulyakan ayah dan ibu serta keluarga..
Serta manis dalam menjalani hidup
Mengikuti sunah Nabi tercinta Muhammad saw...

- Moga qt smua termasuk dalam wanita sholihah yang di janjikan syurga oleh-Nya..
aamiin Ya Robbal alamiin.....
Read More

KISAH SEDEKAH YANG MENYENTUH HATI

22.33 |


Kisah di bawah ini adalah kisah yang didapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana . Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah. Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus.

Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.

Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter. Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba-tiba saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu-tamu lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka.. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya. Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua." Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah berkaca-kaca dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."

Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian." Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu. Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.

Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-anakku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar-benar bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan. Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami.

Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami." Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-lambaikkan tangannya kearah kami.

Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar-benar 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali! Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan.

Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya ."Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT." Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA! Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang-orang terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!
Read More

Motivasi Diri

22.25 |


Read More

Kisah seorang Tunarungu ''Hellen Keller''

22.15 |

Kisah perjuangan seorang buta tuli yang mendedikasikan dirinya bagi sesama melalui yayasan, Hellen Keller Fondation.
Read More

KISAH NYATA : DARI SAHABAT SOMALIA "SURGA TELAH MENANTIMU SAYANG"

21.46 |

Aku berjalan beriringan bersama ke lima anakku, sedangkan suamiku sudah berjalan mendahului kami beberapa hari yang lalu dan belum kembali sampai detik ini.

Dengan terpaksa..aahh..bukan dengan terpaksa, tapi kami memang harus segera menyusul. Ya..menyusul ke sebuah penampungan yang jaraknya kurang lebih satu minggu dari sini, tapi disanalah makanan tersedia.

Tak ada pilihan buat kami selain berjalan menuju ke sana ditengah kekeringan yang super dahsyat ini. Namun aku tahu, Allah Azza Wa Jalla sedang menguji kami, dan kami sangat yakin bila kami dapat melalui ujian ini maka Allah akan memberikan kami kemuliaan.

“Ummi, aku capek.” Maria, anakku yang nomer dua merengek minta istirahat.
Dari tadi dia memang berjalan dengan anakku yang pertama,Ahmad dan Rahma, anakku yang ketiga. Ketiganya sudah lumayan besar sehingga aku bisa mengajak mereka berjalan. Sedangkan dua anakku yang lain, yang aku gendong di punggungku baru berusia 2 tahun lebih, Shantia, dan yang aku gendong didepan baru 8 bulan, Amar.

Kami memilih beristirahat di sebuah pohon kering, dimusim sekering ini sulit menemukan sebuah pohon nan rindang.

“Nak minum dulu,”aku memberikan beberapa teguk air pada Shantia, lalu meneteskannya pada Amar. Aku melihat perbekalan air kami yang makin lama makin menipis, meskipun aku pesimis akan cukup tapi aku tetap yakin pada pertolongan-Nya.

Secara bergantian aku memberikannya pada Rahma, sedangkan aku melihat Maria dan Ahmad merebahkan dirinya di sebelahku.

“Nak minum dulu?” aku membangunkan Ahmad dan Maria.

“Nak?” semakin keras aku mengguncang mereka, aku kira mereka terlalu kelelahan. Mereka masih bernafas, namun semakin pelan.Aku kian panik, sekeras apapun aku mengguncang mereka namun mereka tak bergeming sedikitpun. Rahma, Shantia dan Amar menatapku, mencari tahu apa yang terjadi.
Aku harus bagaimana? aku tak mungkin membawa mereka, tapi akupun tak mau meninggalkan mereka. Aku juga tak mungkin tetap di sini, membiarkan anak-anakku yang lain mati kelaparan.

Aku meneteskan air mata, yaa..aku harus memilih. Aku kembali melanjutkan perjalanan bersama ke tiga anakku yang lain, tapi hati ini tak ingin berpisah dengan Ahmad dan Maria. Aku kembali berlari ke arah pohon tadi dimana Ahmad dan Maria terdiam, kembali ku guncang mereka sekeras mungkin. Tapi tak ada gerakan sama sekali. Aku hanya mampu pasrah terhadap-Nya, aku titipkan mereka pada-Nya.

Aku kembali berjalan, sekali-kali aku menengok kebelakang, berharap Ahmad dan Maria tiba-tiba berlari ke arahku, namun itu tak terjadi. Aku merindukan mereka, tapi mungkin surga lebih merindukan mereka.

Aku berbisik pada diriku sendiri,”Maafkan ketidakberdayaan ummi, Nak. Surga telah menantikan kehadiran kalian, sayang!”

Air mata ini semakin mengering setelah beberapa hari mata ini tak berhenti meneteskan mutiaranya.

***
Apa yang engkau pikirkan tentang sang ibu tadi? ibu yang super tega sama anaknya? atau kasihan?

Kisah di atas saya angkat dari kisah nyata seorang muslimah Somalia yang kini sedang mengalami kemarau panjang, bahkan untuk seteguk minuman dan sesuap nasi mereka rela berjalan berhari-hari.

Saya sebagai seorang anak dan juga sebagai seorang ibu tentu saja dapat merasakan sakitnya gejolak hati sang ibu yang harus memilih anak yang mana yang harus hidup.

Kalaupun saya harus ada diposisi itu, tentu saya akan memilih hal yang sama dengan kisah di atas. Bukan karena saya tega membiarkan anak saya sekarat, tapi saya lebih memilih anak-anak saya yang lain untuk tetap hidup dan berjuang daripada nantinya semua harus menanggung kematian bersama tanpa ada perjuangan lagi.

Subhanallah…ummi, ibu, bunda, mamah, apapun sebutanmu untuknya tentu dalam hatimu telah tergores namanya. Tidak hanya karena apa yang dia berikan untukmu, tapi karena kasih sayangnya tak akan mampu terbalaskan dengan apapun.

Jihadnya untukmu seharusnya membuatmu berpikir, apa yang sudah kamu berikan pada ibumu bukan apa yang sudah ibumu berikan padamu?

Lihatlah dan rasakan ketika ibumu berjuang demi dirimu, sebelum melahirkan sampai melahirkan dia berjuang demi dirimu, ketika kamu belum bisa merangkak sampai bisa berlari dia berjuang demi dirimu, ketika kamu sehat sampai ketika kamu sakit dia berjuang demi dirimu. Semua itu karena cintanya padamu dan jihadnya untuk Rabb nya.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kedua ibu bapakmu.” (Luqman:14).

Wahai ibuku…sinarilah kehidupan kami dengan nur Al Quran dan sunnah Rasulullah Alaihi Wasalam. Karena kau lah tempat tarbiyah kami dan tauladan kami.

Read More

NASEHAT YANG JITU

08.27 |

Pada suatu hari Ibrahim bin Adham didatangi oleh seorang lelaki yang gemar melakukan maksiat. Lelaki tersebut bernama Jahdar bin Rabi'ah. Ia meminta nasehat kepada Ibrahim agar ia dapat menghentikan perbuatan maksiatnya.
Ia berkata, "Ya Aba Ishak, aku ini seorang yang suka melakukan perbuatan maksiat. Tolong berikan aku cara yang ampuh untuk menghentikannya!"
Setelah merenung sejenak, Ibrahim berkata, "Jika kau mampu melaksanakan lima syarat yang
kuajukan, aku tidak keberatan kau berbuat dosa."
Tentu saja dengan penuh rasa ingin tahu yang besar Jahdar balik bertanya, "Apa saja syarat-syarat itu, ya Aba Ishak?"
"Syarat pertama, jika engkau melaksanakan perbuatan maksiat, janganlah kau memakan rezeki Allah," ucap Ibrahim.
Jahdar mengernyitkan dahinya lalu berkata, "Lalu aku makan dari mana? Bukankah segala sesuatu yang berada di bumi ini adalah rezeki Allah?"
"Benar," jawab Ibrahim dengan tegas. "Bila engkau telah mengetahuinya, masih pantaskah engkau memakan rezeki-Nya, sementara Kau terus-menerus melakukan maksiat dan melanggar perintah-perintahnya?"
"Baiklah," jawab Jahdar tampak menyerah. "Kemudian apa syarat yang kedua?"
"Kalau kau bermaksiat kepada Allah, janganlah kau tinggal di bumi-Nya," kata Ibrahim lebih tegas lagi.
Syarat kedua membuat Jahdar lebih kaget lagi. "Apa? Syarat ini lebih hebat lagi. Lalu aku harus tinggal di mana? Bukankah bumi dengan segala isinya ini milik Allah?"
"Benar wahai hamba Allah. Karena itu, pikirkanlah baik-baik, apakah kau masih pantas memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sementara kau terus berbuat maksiat?" tanya Ibrahim.
"Kau benar Aba Ishak," ucap Jahdar kemudian. "Lalu apa syarat ketiga?" tanya Jahdar dengan penasaran.
"Kalau kau masih bermaksiat kepada Allah, tetapi masih ingin memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempar bersembunyi dari-Nya."
Syarat ini membuat lelaki itu terkesima. "Ya Aba Ishak, nasihat macam apa semua ini? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?"
"Bagus! Kalau kau yakin Allah selalu melihat kita, tetapi kau masih terus memakan rezeki-Nya, tinggal di bumi-Nya, dan terus melakukan maksiat kepada-Nya, pantaskah kau melakukan semua itu?" tanya Ibrahin kepada Jahdar yang masih tampak bingung dan terkesima. Semua ucapan itu membuat Jahdar bin Rabi'ah tidak berkutik dan membenarkannya.
"Baiklah, ya Aba Ishak, lalu katakan sekarang apa syarat keempat?"
"Jika malaikat maut hendak mencabut nyawamu, katakanlah kepadanya bahwa engkau belum mau mati sebelum bertaubat dan melakukan amal saleh."
Jahdar termenung. Tampaknya ia mulai menyadari semua perbuatan yang dilakukannya selama ini. Ia kemudian berkata, "Tidak mungkin... tidak mungkin semua itu aku lakukan."
"Wahai hamba Allah, bila kau tidak sanggup mengundurkan hari kematianmu, lalu dengan cara apa kau dapat menghindari murka Allah?"
Tanpa banyak komentar lagi, ia bertanya syarat yang kelima, yang merupakan syarat terakhir. Ibrahim bin Adham untuk kesekian kalinya memberi nasihat kepada lelaki itu.
"Yang terakhir, bila malaikat Zabaniyah hendak menggiringmu ke neraka di hari kiamat nanti, janganlah kau bersedia ikut dengannya dan menjauhlah!"
Lelaki itu nampaknya tidak sanggup lagi mendengar nasihatnya. Ia menangis penuh penyesalan. Dengan wajah penuh sesal ia berkata, "Cukup…cukup ya Aba Ishak! Jangan kau teruskan lagi. Aku tidak sanggup lagi mendengarnya. Aku berjanji, mulai saat ini aku akan beristighfar dan bertaubat nasuha kepada Allah."
Jahdar memang menepati janjinya. Sejak pertemuannya dengan Ibrahim bin Adham, ia benar-benar berubah. Ia mulai menjalankan ibadah dan semua perintah-perintah Allah dengan baik dan khusyu'.
Ibrahim bin Adham yang sebenarnya adalah seorang pangeran yang berkuasa di Balakh itu mendengar bahwa di salah satu negeri taklukannya, yaitu negeri Yamamah, telah terjadi pembelotan terhadap dirinya. Kezaliman merajalela. Semua itu terjadi karena ulah gubernur yang dipercayainya untuk memimpin wilayah tersebut.
Selanjutny, Ibrahim bin Adham memanggil Jahdar bin Rabi'ah untuk menghadap. Setelah ia menghadap, Ibrahim pun berkata, "Wahai Jahdar, kini engkau telah bertaubat. Alangkah mulianya bila taubatmu itu disertai amal kebajikan. Untuk itu, aku ingin memerintahkan engkau untuk memberantas kezaliman yang terjadi di salah satu wilayah kekuasaanku."
Mendengar perkataan Ibrahim bin Adham tersebut Jahdar menjawab, "Wahai Aba Ishak, sungguh suatu anugrah yang amat mulia bagi saya, di mana saya bisa berbuat yang terbaik untuk umat. Dan tugas tersebut akan saya laksanakan dengan segenap kemampuan yang diberikan Allah kepada saya. Kemudian di wilayah manakah gerangan kezaliman itu terjadi?"
Ibrahim bin Adham menjawab, "Kezaliman itu terjadi di Yamamah. Dan jika engkau dapat memberantasnya, maka aku akan mengangkat engkau menjadi gubernur di sana."
Betapa kagetnya Jahdaar mendengar keterangan Ibrahim bin Adham. Kemudian ia berkata, "Ya Allah, ini adalah rahmat-Mu dan sekaligus ujian atas taubatku. Yamamah adalah sebuah wilayah yang dulu sering menjadi sasaran perampokan yang aku lakukan dengan gerombolanku. Dan kini aku datang ke sana untuk menegakkan keadilan. Subhanallah, Maha Suci Allah atas segala rahmat-Nya."
Kemudian, berangkatlah Jahdar bin Rabi'ah ke negeri Yamamah untuk melaksanakan tugas mulia memberantas kezaliman, sekaligus menunaikan amanah menegakkan keadilan. Pada akhirnya ia berhasil menunaikan tugas tersebut, serta menjadi hamba Allah yang taat hingga akhir hayatnya....
Read More

LIFE IS STRUGGLE

08.25 |


Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehdupan di dalam telur tersebut akan berakhir…, tapi, Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, maka kehidupan baru telah lahir..

Hal-hal besar selalu dimulai dari dalam, Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa hidup selalu lancar tanpa masalah

Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum disetiap air mata, berkah disetiap cobaan, dan jawaban di setiap Doa.

Jangan pernah menyerah sahabat, Terus berjuanglah….

Life is so beautiful struggle…

Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan perjalanan, maka nikmatilah…

Hidup adalah tantangan, maka hadapilah…

Hidup adalah anugrah, maka terimalah…

Hidup adalah pertandingan, maka menangkanlah..

Hidup adalah Tugas, maka selesaikanlah…

Hidup adalah Cita-cita, maka capailah…

Hidup adalah Misteri, maka singkapkanlah…

Hidup adalah lagu, maka nyanyikanlah…

Hidup adalah Janji, maka penuhilah…

Hidup adalah Keindahan, maka bersyukurlah…

Hidup adalah Teka-teki, maka pecahkanlah..

Satu hal yang membuat kita bahagia adalah CINTA..

Satu hal yang membuat kita tambah dewasa adalah MASALAH..

Satu hal yang membuat kita hancur adalah PUTUS ASA..

Satu hal yang membuat kita maju adalah USAHA….

Satu hal yang membuat kita kuat adalah DOA...

Salam Santun Ukhuwah.....
Read More

ZODIAK DAN PENCURI BERITA LANGIT

08.24 |


masya-ALLAH,, baca judulnya aja kayak cerita dongeng,, hehehe.

Scorpio:
“Minggu ini ada sedikit kejutan dalam cerita cinta, tunggu saja apa kejutan itu.
Si dia tetap setia pada Anda kok, jadi jangan ikuti kata orang yang mungkin memang sengaja ingin menghancurkan hubungan Anda dan dia.”

Kebetulan zodiak saya menurut kalender Yunani (mBak Yu Nani) itu Scorpio, nah kutipan di atas itu hasil ramalan untuk minggu ini bagi si pemilik zodiac scorpio. Duhh.., heran ramalan beginian kok banyak yang percaya, tu liat ramalan di atas, jelas jelas saya masih jomblo #ups, eh dibilang punya hubungan dengan dia, dia siapa? ? ..... hehehe....

ABG (Anak Baru Galau) jaman sekarang terutama, pasti nunggu-nunggu ramalan bintang setiap minggunya yang banyak ditulis di majalah-majalah remaja. Ada ramalan tentang karir, kesehatan, dan yang paling ditunggu-tunggu adalah ramalan tentang asmara. Ada yang percaya banget sama ramalan bintang ini, ada yang diramal “Anda akan sakit berat, untuk mencegahnya makanlah jeruk yang banyak”, walhasil si ABG-pun makan jeruk sampe 15 kilo, malah teler deh dia.. (becanda). Yang jelas mungkin salah satu dari kita pernah mepercayai ramalan-ramalan seperti itu. Apalagi dengan semakin maraknya media jejaring sosial, banyak sekali akun dengan nama zodiak muncul dan di follow hingga ratusan ribu orang.

Padahal Islam melarang keras kepercayaan terhadap ramalan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ
“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad )

Saat ini banya sekali paranormal (baca: dukun) yang sudah menjadi selebritis, perkataannya benar-benar dipercaya, dipuja banyak orang, dielu-elukan seolah benar-benar bisa menerawang masa depan.

Pencuri rahasia langit

“Tapi yang diramal Mbah X bener-bener kejadian lho..”, yayaya.. mungkin itu kebetulan atau si mBah X bekerjasama dengan jin yang mencuri rahasia langit. Wah kok bisa? Ya bisa aja, saya bukan pakar hal-hal yang berhubungan dengan fenomena ghoib, tapi tadi malam kebetulan pas tadarusan saya sampai di Surat Ash Shaffat terus saya baca terjemahannya.

“Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat (langit dunia) dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaithan yang sangat durhaka, syaithan-syaithan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.” (Qs. Ash Shaffat: 6-10)

Nah mungkin si Mbah X ini kenal sama syaitan yang berhasil mencuri-curi pembicaraan seperti yang dimaksud dalam ayat di atas, entah kenalan dimana, Astaghfirullah!!!!. Akhirnya si Mbah X bisa tahu apa yang terjadi di masa depan, ya tapi itu sangat kecil kemungkinannya, Alloh Maha Kuasa dan semua ini hanya untuk menguji keimanan manusia.

Nah akhirnya tahu kan bahwa ilmu para dukun dan konco-konconya hanyalah berasal dari syaitan, si pencuri berita langit. Sebelum sampai kepada para dukun, syaitan telah menambah kedustaan-kedustaan di dalamnya (mana ada syaitan yang baik dan jujur). Berita atau informasi yang ia sampaikan terkadang bisa benar dan lebih banyak salahnya. Ditambah lagi dengan berbagai macam bumbu-bumbu kebohongan oleh sang dukun, tambah gak jelas deh beritanya. Dilebai-lebaikan biar lebai-selebainya dan alhasil dengan ramalan yang kontroversial si peramal pun bisa terkenal layaknya artis panggung dunia hiburan. Mantep.. sedep.. kata si dukun, dan kebangetan banget buat yang percaya.

Dan yang lebih kebangetan lagi kalau setelah baca hadits dibawah ini temen-temen masih percaya sama yang namanya ramalan (walaupun saya yakin pasti sebagian besar sudah pernah mendengar hadits ini)

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim)

Tuuu..kan.. sholatnya gak diterima selama 40 hari, ngeri kan? Makanya hati-hati dengan arus informasi yang beredar deras di sekitar kita, jangan sampai membawa kita kepada kemusyrikan, na'udzubillah. Ok, sekian pesan Ucup, sampai jumpa di artikel galau berikutnya.....
MET BERBUKA PUASA para sahabat ukhuwah....
Read More

Rp. 1.500,- = Rp. 600.000,- .. (MATEMATIKA ALLAH) .. SUBHANALLAH

08.21 |


Jum'at lalu, saya berangkat ke kantor dengan dada sedikit berdegub. Melirik ukuran bensin di dashboard motor, masih setengah. "Yah cukuplah untuk pergi pulang ke kantor".

Namun, bukan itu yang membuat dada ini tak henti berdegub. Uang di kantong saya hanya tersisa seribu rupiah saja. Degubnya tambah kencang karena saya hanya menyisakan uang tidak lebih dari empat ribu rupiah saja di rumah.

Saya bertanya dalam hati, "makan apa keluarga saya siang nanti?" Meski kemudian buru-buru saya hapus pertanyaan itu, mengingat nama besar Allah yang Maha Melindungi semua makhluk-Nya yang tawakal.

Saya berangkat, terlebih dulu mengantar si sulung ke sekolahnya. Saya bilang kepadanya bahwa hari ini tidak usah jajan terlebih dulu.

Alhamdulillah ia mengerti. Soal pulangnya, ia biasa dijemput tukang ojeg yang -sukurnya- sudah dibayar di muka untuk antar jemput ke sekolah.

Sepanjang jalan menuju kantor saya terus berpikir, dari mana saya bisa mendapatkan uang untuk menjamin malam nanti ada yang bisa dimakan oleh isteri dan dua putri saya. Urusan besok tinggal bagaimana besok saja, yang penting sore ini bisa mendapatkan sesuatu untuk bisa dimakan.

Tiba di kantor, tiba-tiba saya mendapatkan sebungkus mie goreng dari seorang rekan kantor yang sedang milad (berulang tahun). Perut saya yang sejak pagi belum terisi pun mendesak-desak untuk segera diisi.

Namun saya ingat bahwa saya tidak memiliki uang selain yang seribu rupiah itu untuk makan siang. Jadi, saya tangguhkan dulu mie goreng itu untuk makan siang saja.

Sepanjang hari kerja, terhitung dua kali saya menelepon isteri di rumah menanyakan kabar anak-anak. "sudah makan belum?" si cantik di seberang telepon hanya menjawab, "Insya Allah," namun suaranya terasa getir. Saat itu, anak-anak sedang tidur siang.

Pukul lima sore lebih dua puluh menit saya bergegas ke rumah. Sebelumnya saya sudah berniat untuk menginfakkan seribu rupiah di kantong saya jika melewati petugas amal masjid yang biasa ditemui di jalan raya.

Sayangnya, sepanjang jalan saya tidak menemukan petugas-petugas itu, mungkin karena sudah terlalu sore. Akhirnya, sekitar separuh perjalanan ke rumah, adzan maghrib berkumandang. Motor pun terparkir di halaman masjid, dan seketika mata ini tertuju kepada kotak amal di pojok masjid.

"bismillaah..." saya masukkan dua koin lima ratus rupiah ke kotak tersebut.

Usai sholat, setelah berdoa saya meneruskan perjalanan. Tapi sebelumnya, tangan saya menyentuh sesuatu di kantong celana. Rupanya satu koin lima ratus rupiah. Kemudian saya ceploskan lagi ke kotak amal yang sama.

Sesampainya di rumah, isteri sedang memasak mie instan. Semangkuk mie instan sudah tersaji, "kita makan sama-sama yuk..." ajak si manis.

Kemudian saya bilang, "abang sudah kenyang, biar anak-anak saja yang makan". Anak-anak pun lahap menyantap mie instan plus nasi yang dihidangkan ibu mereka. Rasanya ingin menangis saat itu.

***

Keesokan paginya, isteri menggoreng singkong untuk sarapan.
Alhamdulillah masih ada yang bisa dimakan. Sebenarnya hari itu masih punya harapan. Seorang teman isteri beberapa hari lalu meminjam sejumlah uang dan berjanji mengembalikannya Sabtu pagi. Namun yang ditunggu tidak muncul. Bahkan ketika terpaksa saya harus mengantar isteri menemui temannya itu, pun tidak membuahkan hasil.

Tiba-tiba telepon saya berdering, "Pak, saya baru saja mentransfer uang satu juta rupiah ke rekening bapak. Yang empat ratus ribu untuk pesanan 20 buku bapak yang terbaru. Sisanya rezeki untuk anak-anak bapak ya..." seorang sahabat dekat memesan buku karya saya yang terbaru.

Subhanallah, Allahu Akbar! Saya langsung bersujud seketika itu. Saya hanya berinfak seribu lima ratus rupiah dan Allah membalasnya dengan jumlah yang tidak sedikit. Ini matematika Allah, siapa yang tak percaya janji Allah? Yang terpenting, siang itu juga saya buru-buru mengeluarkan sejumlah uang dari yang saya peroleh hari itu untuk diinfakkan.

***
Saya bersyukur tidak memiliki banyak uang maupun tabungan untuk saya genggam. Sebab semakin banyak yang saya miliki tentu semakin berat pertanggungjawaban saya kepada Allah.
Read More

~~*-*~~ MENGAPA ADA ISTILAH "MERPATI TAK PERNAH INGKAR JANJI"...????~~*-*~~

08.18 |


1. Merpati adalah burung yang tidak pernah mendua hati. Coba perhatikan, apakah ada merpati yang suka berganti pasangan ? Jawabannya adalah “TIDAK” !! Pasangannya cukup 1 seumur hidupnya.

2. Merpati adalah burung yang tahu kemana dia harus pulang. Betapapun merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang. Pernahkah ada merpati yang pulang ke rumah lain ? Jawabannya adalah “TIDAK” !!

3. Merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu. Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci ? Jawabannya adalah “TIDAK” !!

4. Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga di luar kandang. Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Pernahkah kita melihat mereka saling melempar pekerjaannya ? Jawabannya adalah “TIDAK” !!

5. Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan “KEPAHITAN” sehingga tidak menyimpan DENDAM !!

Jika seekor burung merpati bisa melakukan hal-hal di atas, mengapa manusia tidak bisa ??

Hidup itu indah jika kita saling MENGERTI,BERBAGI, dan MENGHARGAI!!
Read More

TIDUR

08.10 |

Seorang yang berusia 60 tahun akan menghabiskan masa lebih kurang 20 tahun untuk tidur.Sekiranya dia tidur mengikut Sunnah Rasullullah Shalallahu 'Alaihi wa-Sallam, maka tidurnya akan jadi ibadah.
Allah Subhanahu Wata'ala hanya akan terima ibadah yang dilakukan dengan ikhlas.
Tidur adalah ibadah yang paling ikhlas. Seseorang tidak perlu dipaksa atau terpaksa untuk tidur.Ganjaran Allah Subha

nahu Wata'ala untuk orang yang amalkan Sunnah sangat besar.
Satu Sunnah yang diamalkan berterusan akan diberi ganjaran 100 pahala mati syahid, sedangkan satu pahala mati syahid sudah cukup untuk menjamin seseorang untuk masuk syurga. Di dalam tidur sendiri ada banyak Sunnah.

Sebaliknya , jika seseorang tidur cara selain dari cara Nabi Shalallahu 'Alaihi wa-Sallam,dia hanya akan dapat kerehatan.Kalau bernasib baik, selama 20 tahun mungkin dia dapat mengumpul 20 kilo tahi mata dan menampung 20 liter atau lebih air liur basi. :-),:-),:-)

Antara Sunnah-sunnah Nabi Shalallahu 'Alaihi wa-Sallam sebelum, ketika dan sesudah tidur.

1. Sebelum dan sesudah tidur baca doa tidur. Ramai orang menyepelekan doa harian, tapi hakikatnya harga yang Allah Subhanahu Wata'ala janjikan adalah syurga.

2. Jangan tidur menghadap kaki arah Qiblat. Ini adalah kedudukan tidur orang yang telah mati.

3. Barangsiapa yang membaca Tasbih Fatimah, sekiranya dia mati malam itu,dia akan dikira sebagai mati syahid. Apa itu Tasbih Fatimah?
Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahuakbar 33x.

4. Baca 3X al ikhlash, al falaq, An nas, ayat Al kursi, tiup ke tapak tangan dan sapu keseluruh badan untuk menghindarkan sihir dan niat jahat manusia.

5. Niat untuk bangun Tahajjud. Sekiranya tidak terbangun, Allah Subhanahu Wata'ala akan menghitung seolah-olah dia bertahajjud sepanjang malam. Tahajjud adalah sebaik-baik pelindung daripada sihir dan buatan orang.

6. Ambil wudhu sebelum tidur dan Solat Sunnah Taubat 2 rakaat.

7. Maafkan semua kesalahan manusia pada kita dan halalkan semua hutang piutang sebelum tidur.Bangun tidur boleh buka fail semula kalau mahu.

8. Tidur cara Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa-Sallam dengan mengiring badan ke kanan dan tapak tangan di bawah pipi.

Banyak lagi Sunnah Nabi Shalallahu 'Alaihi wa-Sallam yang bisa diamal, semuanya mudah untuk dilakukan. Lebih mudah daripada bersolek atau pakai night cream sebelum tidur.Lebih mudah daripada buat senaman ringan sebelum tidur.

Peringatan : Pesan Nabi Shalallahu 'Alaihi wa-Sallam, dilarang tidur tengkurap terutama lelaki.
Read More

Kisah Sepotong Pensil dan Penghapus (Inspirasi )

02.24 |

Kisah Sepotong Pensil dan Penghapus (Inspirasi ) Pensil : "Maafkan aku Penghapus..." Penghapus : "Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku..." Pensil : "Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat..." Penghapus : "Hal itu memang benar...Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih..." Si Penghapus adalah Orang Tua kita... Si Pensil adalah diri kita sendiri.... Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya... Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya... Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu... Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil... (Bertambah tua dan akhirnya meninggal). Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri), Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih. Hingga saat ini... Saya masih menjadi Si Pensil... Hal itu sangat menyakitkan diri saya... Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah "Kecil" dan "Kecil" seiring berjalannya waktu. Kelak suatu hari... sang penghapus akan pergi ( hilang ) meninggalkan kita... tinggallah Segala kenangan yang pernah dilalui dan miliki bersama mereka..." Kisah Sepotong Pensil dan Penghapus (Inspirasi ) Pensil : "Maafkan aku Penghapus..." Penghapus : "Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepadaku..." Pensil : "Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat..." Penghapus : "Hal itu memang benar...Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih..." Si Penghapus adalah Orang Tua kita... Si Pensil adalah diri kita sendiri.... Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya... Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya... Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu... Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil... (Bertambah tua dan akhirnya meninggal). Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri), Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih. Hingga saat ini... Saya masih menjadi Si Pensil... Hal itu sangat menyakitkan diri saya... Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah "Kecil" dan "Kecil" seiring berjalannya waktu. Kelak suatu hari... sang penghapus akan pergi ( hilang ) meninggalkan kita... tinggallah Segala kenangan yang pernah dilalui dan miliki bersama mereka..."
Read More

10 KUALITAS KEPRIBADIAN BAIK

01.05 |

Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh
semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena
yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan
kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau
memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”.
Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi
dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi
keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru
mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap
rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya
tidak merasa minder.
Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang
setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya
komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat
segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk
sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang
lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka
mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan
sebagainya.
Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak
harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria
adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu
berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain,
juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong
semangat orang lain.
Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan
sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya.
Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk
disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan
menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang
bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana
adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya
diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia
tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci
dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak
membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka
membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-
masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir
dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah
yang berada di luar kontrolnya.
Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja
pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain.
Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua
belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia
selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

SURAT INSPIRASI

Inspirational Letter

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja
Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.
Ibu menjawab: “Mengapa?
Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja
Read More

Kisah Seorang Ibu dan Anak

23.59 |

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya, ia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar.
Dia mengumpulkan barang-barang bekas dan sejenisnya untuk dijual, apapun untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Ia adalah sebuah hal yang memalukan.
Pada suatu hari di sekolah. Aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah.. “Ibumu hanya memiliki satu mata?” dan mereka semua mengejekku.
Aku berharap ibuku hilang dari dunia ini maka aku berkata kepada ibu aku,”Ibu, kenapa kamu tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?” Ibu tidak menjawab. Aku merasa sedikit buruk, tetapi pada waktu yang sama, rasanya sangat baik bahwa aku telah mengatakan apa yang telah ingin aku katakan selama ini.
Mungkin itu karena ibu tidak menghukum aku, tetapi aku tidak berpikir bahwa aku telah sangat melukai perasaannya.
Malam itu, Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku menangis disana, dengan pelan, seakan ia takut bahwa ia akan membangunkanku. Aku melihatnya, dan pergi. Karena perkataanku sebelumnya kepadanya, ada sesuatu yang mencubit hati aku.

Meskipun begitu, Aku membenci ibuku yang menangis dari satu matanya. Jadi, Aku mengatakan diri ku jikalau aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku membenci ibu bermata-satu aku dan kemiskinan kami.
Lalu aku belajar dengan keras. aku meninggalkan ibu dan ke Seoul untuk belajar, dan diterima di Universitas Seoul dengan segala kepercayaan diri. Lalu, aku menikah. aku membeli rumah milikku sendiri. Lalu aku memiliki anak-anak juga. Sekarang, aku hidup bahagia sebagai seorang pria yang sukses. aku menyukainya disini karena ini adalah tempat yang tidak meningatkan aku akan ibu.
Kebahagiaan ini menjadi besar dan semakin besar, ketika seseorang tidak terduga menjumpai aku “Apa?! Siapa ini?”… Ini adalah ibu aku.. tetap dengan satu matanya. Ini rasanya seperti seluruh langit sedang jatuh ke diri aku. Anak perempuan aku lari kabur, takut akan mata ibu aku.
Dan aku bertanya kepadanya, “Siapa Anda? aku tidak mengenalmu!!” sandiwara aku. aku berteriak kepadanya “Mengapa engkau berani datang ke rumah aku dan menakuti anak aku! Pergi dari sini sekarang juga!”
Dan ibu dengan pelan menjawab, “Oh, maafkan aku. aku pasti salah alamat,” dan dia menghilang. Terima kasih Tuhan.. Ia tidak mengenali aku. aku merasa cukup lega. aku mengatakan kepada diri aku bahwa aku tidak akan peduli, atau berpikir tentang ini sepanjang sisa hidup aku.
Lalu ada perasaan lega datang kepada aku.. Suatu hari, sebuah surat mengenai reuni sekolah datang ke rumah aku. aku berbohong kepada istri aku mengatakan bahwa aku akan pergi perjalanan bisnis. Setelah reuni ini, aku pergi ke rumah lama aku.. karena rasa penasaran saja, aku menemukan ibu aku terjatuh di tanah yang dingin. Tetapi aku tidak meneteskan satu air mata sekalipun. Ia memiliki sepotong kertas di tangannya.. dan itu adalah surat untuk diri aku.
=================================================
Anakku,
Aku pikir hidupku sudah cukup lama saat ini. Dan.. aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi.. tetapi apakah itu terlau banyak jikalau aku ingin kamu untuk datang menunjungiku sekali-kali nak? aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat lega ketika mendengar kamu akan datang dalam reuni ini.
Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang ke sekolah.. Untuk Kamu.. aku meminta maaf jikalau aku hanya memiliki satu mata dan aku hanya membawa kemaluan bagi dirimu.
Kamu tahu, ketika kamu masih sangat kecil, kamu terkena sebuah kecelakaan, dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihatmu harus tumbuh dengan hanya satu mata.. maka aku memberikanmu mata aku.. aku sangat bangga kepada anak aku yang melihat dunia yang baru untuk aku, menggantikan aku, dengan mata itu.
Aku tidak pernah marah kepadamu atas apapun yang kamu lakukan. Beberapa kali ketika kamu marah kepada aku. aku berpikir sendiri,”Ini karena kamu mencintai aku.” Aku rindu waktu ketika kamu masih sangat kecil dan berada di sekitarku.
Aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu. Kamu adalah duniaku
Read More

Nilai Kehidupan

23.43 |

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik. Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti. “Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon. Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.” Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, “Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.” Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, “Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini.” Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”. Segera timbul kesadaran baru. “Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain”. Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega. Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri. Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.
Read More

Jangan Sombong

22.14 |

Ada seorang filsuf yang menaiki sebuah perahu kecil ke suatu tempat. Karena merasa bosan dalam perahu, kemudian dia pun mencari pelaut untuk berdiskusi.
Filsuf menanyakan kepada pelaut itu: ” Apakah Anda mengerti filosofi?”
“Tidak mengerti.” Jawab pelaut.
“Wahh, sayang sekali, Anda telah kehilangan setengah dari seluruh kehidupan Anda.
Apakah Anda mengerti matematika?” Filsuf tersebut bertanya lagi.
“Tidak mengerti juga.” Jawab pelaut tersebut.
Filsuf itu, menggelengkan kepalanya seraya berkata:
“Sayang sekali, bahkan Anda tidak mengerti akan matematika.
Berarti Anda telah kehilangan lagi setengah dari kehidupan Anda.”
Tiba-tiba ada ombak besar, membuat perahu tersebut terombang-ambing. Ada beberapa tempat telah kemasukan air,
Perahu tersebut akan tenggelam, filsuf tersebut ketakutan. Seketika, pelaut pun bertanya pada filsuf: ” Tuan, apakah Anda bisa berenang?”
Filsuf dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata: “Saya tidak bisa, cepat tolonglah saya.”
Pelaut menertawakannya dan berkata: “Berenang Anda tidak bisa, apa arti dari kehidupan Anda? Berarti Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda.”
Semua orang sebenarnya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Bangga atas prestasi itu wajar saja, tetapi jangan sampai membuat diri sendiri menjadi sombong maupun angkuh akan prestasi tersebut. Ingatlah, selalu ada yang lebih pintar dari kita. Dan kita juga masih perlu belajar dari kelebihan orang lain.
Read More

Membangun Sukses Dari Hal Yang Kita Sukai

22.12 |

Alkisah ada seorang anak muda yang sangat menyukai boneka hingga ia belajar bagaimana menjadi ahli pembuat boneka. Sayangnya, anak muda ini sangat kikuk, dan guru serta murid-murid lainnya selalu berkata bahwa dia tidak punya kemampuan untuk membuat boneka, dan bahwa dia tidak akan pernah berhasil.
Meski demikian, anak muda ini tetap bisa menikmati sehingga ia tak henti-hentinya melatih diri agar berkembang. Walau sudah bekerja keras, mereka akan selalu menemukan kesalahan pada boneka-boneka buatan anak muda ini, dan akhirnya mereka pun mengeluarkan si anak muda dari pelatihan itu.
Tapi anak muda itu tidak menyerah begitu saja. Ia memutuskan sejak saat itu akan menghabiskan seluruh waktunya membuat satu jenis boneka. Dan setiap kali menemukan kekurangan pada bonekanya, ia akan membuangnya dan memulai lagi dari awal. Tahun demi tahun pun berlalu, dan dengan setiap percobaan baru, bonekanya menjadi sedikit lebih baik. Kini, bonekanya jauh lebih baik dari hasil karya teman-temannya. Meski begitu, si anak muda ini tetap melakukan perbaikan, mencari “kesempurnaan”. Hidup seperti itu membuat anak muda ini kurang mampu mampu mencari nafkah, dan banyak orang menertawakan kondisinya yang miskin.
Ketika usianya sudah semakin tua, karya bonekanya sangatlah indah. Begitu bagusnya hingga suatu hari setelah berpuluh-puluh tahun bekerja, ia menyelesaikan satu boneka, dan berkata, “Saya tidak melihat ada yang kurang. Kali ini hasilnya sempurna.” Dan, untuk pertama kalinya dari sekian tahun lamanya, alih-alih membuang boneka ini, ia malah menaruhnya di atas rak. Ia benar-benar merasa puas dan bahagia.
Dan sisa ceritanya menjadi sejarah.
Boneka yang sempurna itu menjadi hidup, mengalami ribuan petualangan, dan memberikan pria tua yang bernama Geppetto itu kebahagiaan yang jauh lebih besar daripada yang didapat pembuat boneka lainnya yang terkenal dari hasil-hasil karyanya.
Membangun sukses kita dari hal-hal yang kita sukai. Dengan ketekunan & semangat tinggi, serta terus berusaha memperbaiki, maka apapun yang dikerjakan akan membuat waktu dan talenta kita lebih bernilai.
Read More

Jangan Pernah Meremehkan Orang Lain

21.56 |

Jangan Pernah Meremehkan Orang Lain


Pada suatu hari, seorang anak masuk ke dalam rumah makan yang sangat terkenal dan mahal. Dia masuk seorang diri dan memakai pakaian biasa saja, tidak seperti anak-anak lain yang memakai pakaian yang bagus. Anak itu duduk di salah satu kursi lalu mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan.
Seorang pelayan perempuan menghampiri anak kecil itu lalu memberikan buku menu makanan. Pelayan tersebut agak heran mengapa anak kecil itu berani masuk ke dalam rumah makan yang mahal, padahal dari penampilannya, pelayan itu tidak yakin bahwa sang anak kecil mampu membayar makanan yang ada.
“Berapa harga es krim yang diberi saus strawberry dan cokelat?” tanya sang anak kecil.
Sang pelayan menjawab, “Lima puluh ribu,”
Anak kecil itu memasukkan tangan ke dalam saku celana lalu mengambil beberapa receh dan menghitungnya. Lalu dia kembali bertanya, “Kalau es krim yang tidak diberi saus strawberry dan cokelat?”
Si pelayan mengerutkan kening, “Dua puluh ribu,”
Sekali lagi anak kecil itu mengambil receh dari dalam saku celananya lalu menghitung. “Kalau aku pesan separuh es krim tanpa saus strawberry dan cokelat berapa?”
Kesal dengan kelakuan pembeli kecil itu, pelayan menjawab dengan ketus, “Sepuluh ribu!”
Sang anak lalu tersenyum, “Baiklah aku pesan itu saja, terima kasih!”
Pelayan itu mencatat pesanan lalu menyerahkan pada bagian dapur lalu kembali membawa es krim pesanan. Anak itu tampak gembira dan menikmati es krim yang hanya separuh dengan suka cita. Dia melahap es krim sampai habis. Kemudian sang pelayan kembali datang memberikan nota pembayaran.
“Semua sepuluh ribu bukan?” tanya anak itu lalu membayar es krim pesanannya dengan setumpuk uang receh. Wajah sang pelayan tampak masam karena harus menghitung ulang receh-receh itu. Lalu sang anak mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dari saku celana belakangnya, “dan ini tips untuk Anda!” ujar sang anak sambil menyerahkan selembar uang tersebut untuk si pelayan.
Read More

kisah ''Katak kecil memanjat menara''

04.06 |

Pada suatu ketika di negeri katak diadakan sebuah sayembara. "Barang siapa mampu memanjat sebuah menara yang tinggi di tengah kota akan mendapatkan sekantong uang emas." Semua katak muda di negeri itu begitu antusias mengikuti sayembara, termasuk seekor katak kecil yang hidup bersama ibunya di pinggiran negeri itu.

Sayembara dimulai.

Baru beberapa meter menanjak, beberapa ekor katak jatuh ke bawah. Mereka baru sadar, bahwa kemampuan mereka sebagai katak adalah melompat, bukan memanjat. Satu per satu katak mulai berjatuhan, hingga akhirnya tinggal 3 katak yang tersisa.


Saat itu penonton berteriak, "Puncak menara itu terlalu tinggi. Mustahil kalian dapat mencapainya."
Katak yang telah jatuh pun ikut berteriak, "Jatuh dari ketinggian 3 meter saja badanku sudah sakit semua, apalagi jika jatuh dari ketinggian 15 meter. Pasti mengerikan! Tulangmu bisa remuk!"

Salah satu katak yang masih memanjat mulai kuatir, lantas mengundurkan diri. Tinggal 2 katak lagi termasuk si katak kecil.

"Hati-hati, di atas sana licin, kamu bisa terpeleset," lagi-lagi teriakan dari bawah

Akhirnya saingan si katak kecil mengundurkan diri, tinggal katak kecil sendirian.

"Hai katak kecil, di atas licin, kamu bisa jatuh. Angin di atas berembus sangat kencang, kamu bisa terbang terbawa angin."

Katak kecil tak peduli dan terus memanjat. Akhirnya, ia BERHASIL !!

Saat katak kecil turun, penonton mengerubutinya dan bertanya-tanya, bagaimana bisa katak kecil berhasil. Ketika katak kecil diam saja, barulah mereka sadar bahwa katak kecil itu tuli, sehingga tidak bisa mendengar peringatan mereka yang cenderung melemahkan semangatnya.
Read More